Awesome Image
28 Maret 2020

Paok pancawarna (Pitta guajana)

Paok pancawarna (bahasa Latin: Pitta guajana) adalah spesies burung dari keluarga Pittidae, dari genus Pitta. Burung ini merupakan jenis burung pemakan semut, kecoa, kumbang, siput, cacing, rayap, ula yang memiliki habitat di hutan primer, hutan sekunder tertutup, tersebar sampai ketinggian 1.500 m dpl. Di kawasan Tahura Raden Soerjo, burung ini bisa ditemui di blok sendi, blok lemah bang, dan blok cangar. Burung pok hijau pada umumnya hidup pada hutan yang mempunyai kelembaban yang baik. Dengan demikian, burung ini sangat menyukai hutan basah untuk dijadikan sebagai tempat tinggalnya seperti pada kawasan Tahura Raden Soerjo.

Kebiasaan dari burung paok hijau pada saat hidup di hutan yaitu lebih banyak berjalan dengan melompat-lompat di atas tanah dari pada terbang mengitari pepohonan. Burung paok hijau yang melompat-lompat pada bagian tanah juga tidak termasuk suatu suatu rutinitas yang dilakukan tanpa alasan.

Selain itu burung ini juga akan mencari buah-buahan yang jatuh dari pohon. Ia akan mematuki kayu yang telah mati untuk dapat memakan invertebrata dan ulat-ulat kecil yang bersembunyi di balik kayu yang mati. Burung paok hijau ini juga aktif pada siang hari. Sedangkan pada saat malam hari burung ini akan beristirahat di atas ranting pohon.

Klasifikasi Ilmiah

  • Kingdom : Animalia
  • Filum : Chordata
  • Kelas : Aves
  • Ordo : Passeriformes
  • Famili : Pittidae
  • Genus : Pitta
  • Spesies : P. guajana

Ciri-ciri

Paok pancawarna memiliki tubuh berukuran sedang (22 cm). Tubuh gemuk, berwarna keemasan bergaris-garis. Kepala hitam dengan alis kuning mencolok dan khas. Punggung dan sayap coklat dengan garis sayap putih, Ekor biru, Dagu putih. Ras Jawa: dada dan sisi lambung bergaris-garis hitam dan kuning.

Burung jantan: ada garis biru pada dada atas. Burung betina: lebih suram dan lebih merah. Iris coklat, paruh dan kaki hitam. Bersifat pemalu, kadang terlihat melintas jalan di hutan, namun lebih sering terdengar suaranya. Berlompatan cepat di sepanjang lantai hutan atau batang mati. Kadang di semak rendah, pohon salak atau rotan. Malam hari bertengger pada vegetasi rendah setinggi 1-3 m dari tanah.

Sarang berbentuk bola berongga dari vegetasi pada semak, satu meter di atas permukaan tanah. Telur berwarna keputih-putihan, jumlah 3-5 butir. Berbiak bulan Januari-Maret, September-Oktober.