SOP WISAPIK

Standar Operasional Prosedur (SOP) PENYELENGGARAAN OBJEK WISATA ALAM WISAPIK (WISATA AMAN PATUHI INSTRUKSI KESEHATAN) Kawasan Tahura Raden Soerjo

  1. KETENTUAN UMUM
    1. Jam operasional untuk obyek wisata alam :
      • Obyek wisata alam Loka Wiyata Surya : 07.00 s/d 16.00 WIB. (Kegiatan camping maksimal 1 hari).
      • Obyek wisata alam Wisata Panorama Petung Sewu : 07.00 s/d 16.00 WIB.
      • Obyek wisata alam Watu Lumpang : 07.00 s/d 16.00 WIB.
      • Obyek wisata alam Watu Ondo : 07.00 s/d 16.00 WIB.
      • Obyek wisata alam Air Panas Cangar : 07.00 s/d 16.00 WIB
      • Obyek wisata alam Air Terjun Tretes (Jombang) : 07.00 s/d 16.00 WIB
      • Pendakian Arjuno – Welirang maksimum camping 2 malam
      • Wisata Religi Tambaksari : 07.00 s/d 16.00 WIB
    2. Pembatasan pengunjung 50% dari kapasitas, dan dilakukan dengan sistim buka tutup.
    3. Pembelian karcis untuk Obyek Wisata Alam dilakukan dengan system booking secara online melalui : https://karcis.tahuraradensoerjo.or.id/.
    4. Registrasi untuk pendakian dilakukan secara online melalui : https://sipenerang.tahuraradensoerjo.or.id/.
    5. Pengelola wisata alam tidak menyiapkan perlengkapan ibadah.
    6. Pengunjung yang sakit tidak diperbolehkan memasuki obyek wisata alam, melakukan kegiatan pendakian dan wisata religi.
    7. Untuk pemandian air panas cangar hanya menyediakan 1 pintu masuk.
    8. Pengunjung atau rombongan lebih dari 10 orang wajib menunjukkan surat bebas Covid – 19 yang dibuktikan dengan hasil Swab Test.
    9. Tirai plastik untuk sekat/pembatas antara petugas dan pengunjung dan juga pembeli dan penjual.
    10. Kawasan Tahura Raden Soerjo tertutup untuk kegiatan yang bersifat mengumpulkan masa.
    11. Pengunjung dengan hasil pengukuran suhu tubuh LEBIH DARI 37,3°C dilarang untuk masuk ke obyek wisata.
  2. PROTOKOL BAGI PENGUNJUNG :
    1. Pembelian tiket dilakukan secara online, serta melakukan reservasi terlebih dahulu melalui website resmi Tahura Raden Soerjo, dan bagi yang tidak melakukan reservasi online tidak diperkenankan masuk area OWA ;
    2. Pengunjung memastikan diri dalam keadaan sehat sebelum melakukan perjalanan wisata;
    3. Pengunjung wajib menggunakan masker, sebelum dan selama dalam kawasan OWA;
    4. Segera melaporkan diri segera kepada petugas apabila mengalami gejala penyakit terutama covid – 19 ;
    5. Pengunjung wajib untuk cuci tangan sebelum memasuki area Obyek Wisata Alam ;
    6. Pengunjung wajib melewati prosedur pemeriksaan kesehatan di setiap pintu masuk dan bagi pengunjung yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan diberlakukan sesuai aturan kesehatan yang berlaku ;
    7. Pengunjung harus antre sesuai dengan jarak aman minimal 1 meter;
    8. Tidak diperkenankan untuk berkerumun;
    9. Bersedia menerima sanksi apabila melanggar protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.
  3. PROTOKOL BAGI PENGELOLA/PETUGAS :
    1. Petugas yang tidak sehat dan/atau suhu tubuh diatas 37,3°C dilarang memberikan pelayanan.
    2. Pemeriksaan kesehatan/temperatur tubuh petugas dilakukan sebelum memberikan pelayanan.
    3. Hanya menyediakan tiket sejumlah 50% dari jumlah pengunjung normal pada umumnya ;
    4. Menutup seluruh pintu masuk jika pengunjung sudah mencapai angka maksimal yang sudah ditetapkan ;
    5. Wajib menggunakan masker dan penutup wajah (face shield) serta memakai baju lengan panjang ;
    6. Melakukan pemeriksaan suhu tubuh setiap pengunjung ;
    7. Aktif dalam membantu pengunjung dengan mengingatkan penggunaan masker, menghindari keramain dengan menjaga jarak serta selalu mencuci tangan ;
    8. Aktif dalam membantu mengarahkan pengunjung ke beberapa titik yang telah disediakan tempat untuk mencuci tangan ;
    9. Memaksimalkan penggunaan alat komunikasi dan informasi berupa HT maupun pengeras suara ;
    10. Tindakan cepat dan tanggap jika ada pengunjung yang terindikasi dan segera berkoordinasi dengan pihak rumah sakit rujukan yang sudah ditentukan ;
    11. Sebelum dan sesudah melaksanakan tugas wajib untuk membersihkan diri (mandi) dan mengganti pakaian ;
    12. Menggunakan APD lengkap pada saat mengevakuasi pengunjung yang mengalami sakit ;
    13. Petugas pos pendakian wajib memberikan arahan protokol kesehatan ;
    14. Petugas pos pendakian wajib memeriksa kelengkapan dan barang bawaan pendaki ;
    15. Petugas pos pendakian wajib membatalkan ijin pendaki yang tidak memenuhi syarat.
  4. PENDAFTARAN PENDAKIAN
    Pendaftaran pendakian di kawasan Tahura Raden Soerjo dilakukan dengan sistem pendaftaran online, dengan ketentuan sebagai berikut :
    1. Pastikan alamat email benar karena konfirmasi pendaftaran pendakian akan dikirim ke alamat email yang anda gunakan ketika mendaftar.
    2. Waktu verifikasi data registrasi dilakukan pada hari Senin s/d Jumat jam 07.00 s/d 15.30 WIB.
    3. Waktu pelayanan perizinan pendakian pada setiap pos pendakian 07.00 - 20.00 WIB.
    4. Pendaftaran diberlakukan bagi calon pendaki, baik nusantara maupun mancanegara;
    5. Pendaftaran dilakukan secara online;
    6. Pendaftaran dilakukan dengan mengisi formulir yang bisa diakses dari website resmi UPT Tahura Raden Soerjo: sipenerang.tahuraradensoerjo.or.id dengan mengikuti alur pendaftaran;
    7. Pendaftaran harus dilakukan paling lambat 3 (tiga) hari sebelum hari pendakian (H-3);
    8. Konfirmasi pendaftaran akan diterima calon pendaki melalui email;
    9. Barang siapa melakukan tindak pidana penipuan/pemalsuan tidak akan diberikan izin untuk mendaki atau berpariwisata ke wilayah tahura raden soerjo (black list)
  5. PELAKSANAAN PENDAKIAN
    1. Bukti konfirmasi melalui email harus dicetak dan dibawa untuk menjadi alat bukti masuk ke pintu masuk pendakian pos pendakian Tretes, pos pendakian Lawang, pos pendakian Tambaksari, pos pendakian Sumber Brantas dan Gunung Pundak.
    2. Persyaratan memperoleh izin pendakian :
      • Bukti cetak pendaftaran menjadi syarat untuk memperoleh perizinan pendakian di kawasan Tahura Raden Soerjo;
      • Bukti identitas asli ketua (KTP/Kartu Pelajar/KTM/SIM/Pasport) wajib diserahkan kepada petugas selama masa pendakian;
      • Pendaki usia kurang dari 17 tahun harap disertakan surat izin orang tua/wali beserta fotokopi KTP orang tua/wali;
      • Pendaki harus dilengkapi dan di dampingi oleh pemandu profesional dengan Surat Keterangan Sehat yang dikeluarkan Dokter Rumah Sakit Pemerintah/Puskesmas yang diterbitkan maksimal H - 2 sebelum izin masuk Kawasan;
      • Ketua kelompok bertanggung jawab terhadap kelengkapan administrasi, keselamatan anggota dan bertanggungjawab membawa sampah turun kembali;
      • Proses pemeriksaan dan pencocokan barang dilakukan oleh petugas sesuai dengan isi form pendaftaran online;
      • Semua calon pendaki wajib mengikuti pengarahan/briefing;
      • Pendakian harus dilakukan berkelompok (minimal 2 orang).
    3. Mematuhi dan membayar restribusi Masuk Kawasan Tahura Raden Soerjo dan Asuransi sejumlah personil sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan pastikan Bukti Retribusi adalah karcis resmi yang dikeluarkan oleh UPT Tahura Raden Soerjo dan karcis Asuransi oleh PT. JASARAHARJA PUTERA sesuai dengan jumlah personil serta menyimpan bukti rertibusi tersebut.
    4. Pada saat melakukan pendakian agar berjalan secara berkelompok, tidak memisahkan diri dari kelompok/rombongan, berjalan sesuai jalur yang sudah ditetapkan dan dilarang memotong jalur atau membuat jalur baru.
    5. Menjaga keselamatan kelompok dan sesama pengunjung/pendaki serta menjaga kebersihan dan keamanan kawasan .
    6. Turut berpatisipasi dalam upaya Pencegahan, Pengendalian dan Penangulangan Bencana Alam dan memastikan bahwa tempat yang ditinggalkan tidak terdapat api/bara api.
    7. Kegiatan yang bersifat massal (reboisasi, diklat, lomba, upacara, dll) atau dalam bentuk kegiatan khusus (penelitian, survey) harus melalui proses pengajuan proposal ke kantor UPT Tahura Raden Soerjo paling lambat 15 hari sebelum kegiatan dilaksanakan.
    8. Dalam rangka pengamanan pendakian dan perlindungan keanekaragaman hayati, beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :
      • Setiap pendaki harus menggunakan perlengkapan/personal use yang memenuhi standar pendakian;
      • Pendaki harus tetap berjalan pada jalur yang telah ditentukan;
      • Pendaki harus mematuhi rekomendasi batas aman pendakian yang diberikan;
      • Tempat mendirikan tenda hanya di lokasi yang telah ditentukan;
      • Pendaki dilarang membuat api dari kayu dan sampah anorganik untuk tujuan apapun;
      • Pendaki yang turun harus melapor dan membawa kembali sampah untuk diperiksa oleh petugas di pos pendakian;
    9. Setiap pendaki diwajibkan untuk menggunakan :
      • Tenda kedap air;
      • Ransel/carrier dengan spesifikasi kuat dan kondisi baik, nyaman untuk pendakian;
      • Matras, kantong tidur (Sleeping bag), sarung tangan, kaos kaki, bandana/kerpus/kupluk, sepatu, dan jas hujan sesuai standar pendakian;
      • Lampu senter, head lamp dan baterai cadangan;
      • Perbekalan logistik, disesuaikan dengan rencana perjalanan dan jumlah anggota kelompok;
      • Obat-obatan pribadi (alat P3K);
      • Disarankan untuk membawa Tracking Pole dan Safety Helmet for Climbing.
  6. LARANGAN :
    1. Dalam rangka mempertahankan nilai penting keanekaragaman hayati ekosistem, maka pendakian di wilayah Arjuno - Welirang harus dilaksanakan dengan memperhatikan :
      • Dilarang membawa alat alat yang terindikasi digunakan untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan kerusakan flora/fauna, melakukan coretan-coretan/vandalisme pada benda-benda,pohon atau bangunan didalam kawasan.
      • Dilarang memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan jika kondisi dan situasi tidak memungkinkan (kesehatan, cuaca, keamanan).
      • Dilarang melanggar norma agama, norma asusila, norma budaya dan nilai-nilai adat istiadat masyarakat setempat.
      • Dilarang membawa dan minum-minuman keras (beralkohol) membawa dan menggunakan obat-obat terlarang (narkoba)
      • Dilarang membuat bangunan permanen, semi permanen dengan tujuan tertentu tanpa ada surat izin dari UPT Tahura Raden Soerjo dan mengetahui Dinas Purbakala.
      • Dilarang Merubah bentuk asli, Merusak, Memugar, Mencuri, Memindah letak lokasi, Mengganti yang asli dengan Replika situs Purbakala di dalam kawasan Tahura Raden Soerjo.
      • Pendaki wajib untuk membawa kembali sampah dan dilarang membuang sampah dalam Kawasann Tahura Raden Soerjo.
      • Dilarang membawa senjata tajam dan senjata api yang tidak selayaknya untuk kegiatan pendakian
      • Dilarang Melakukan tindakan yang menagkibatkan kerusakan flora/fauna serta vandalism.
  7. PROTOKOL WAJIB PEDAGANG :
    1. Wajib mentaati protokol kesehatan covid – 19 dan selama berjualan (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan memastikan semua produk makanan dan minuman higienis) ;
    2. Memakai face shield ;
    3. Menjaga jarak antara pedagang dengan pedagang dan pedagang dengan pembeli minimal 1,5 meter ;
    4. Menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan air ;
    5. Mencuci dan menjaga kebersihan peralatan makan, meja, kursi serta lingkungan tempat wisata.
  8. PROTOKOL PENANGANAN PENGUNJUNG YANG MENGALAMI GANGGUAN KESEHATAN DI AREAL WISATA :
    1. Petugas menggunakan APD lengkap dalam penanganan pengunjung yang mengalami gangguan kesehatan.
    2. Dipisahkan dari pengunjung yang lainnya di ruangan khusus P3K untuk dilakukan perawatan darurat.
    3. jika mengalami gangguan yang serius untuk segera dirujuk ke rumah sakit terdekat.